13 minute read

Bayangkan kamu adalah Lionel Messi. Umurmu 39 tahun. Ini (hampir pasti) Piala Dunia terakhirmu. Timmu sedang tertinggal dari Mesir di babak 16 besar. Lalu wasit menunjuk titik putih. Seisi stadion Atlanta menahan napas. Kamu maju, mengambil ancang-ancang… gagal.

Malam itu, sang megabintang menolak jalan pintas. Untungnya bagi Argentina, mereka tetap menang 3-2 lewat comeback dramatis.

Tapi bukan itu yang membuat handphone saya ramai semalam.

Malam itu saya sedang asyik membaca berita-berita update Piala Dunia di internet. Dari satu portal pindah ke portal lain, dari hasil pertandingan sampai klasemen, ujung-ujungnya saya nyasar ke media sosial. Dan di sanalah saya menemukan timeline yang banjir dengan satu tema: dugaan kecurangan wasit. “Gol Mesir dianulir, lalu Argentina diberikan penalti. Halooo?” Ada juga yang lebih berani: “FIFA sudah tulis skripnya. Messi harus juara di Piala Dunia terakhirnya.”

Wah wah wah. Seru nih…

Nah, sebagai orang yang sehari-harinya bergelut dengan data, saya punya penyakit: kalau ada klaim yang ramai, tangan saya gatal ingin membuka datanya. Maka pagi ini saya lakukan dua hal:

  1. Membuka data statistik pertandingan dari situs FIFA: apa yang sebenarnya tercatat di lapangan?
  2. Menarik 200 post Instagram dengan hashtag #ArgentinavsMesir menggunakan socialx.id/studio, lalu mengolahnya dengan text analysis: sebenarnya netizen sedang membicarakan apa saja?

Satu disclaimer sebelum mulai: tulisan ini murni pemaparan data. Saya tidak akan menghakimi wasitnya benar atau salah. Vonisnya saya serahkan ke pembaca sekalian.

Cekidot!


Ronde 1: Apa yang Tercatat di Lapangan?

Laga digelar 7 Juli 2026 di Atlanta Stadium. Biar adil, kita lihat dulu modal kedua tim menuju babak ini:

Tim Jalan menuju 16 besar
Argentina 5 laga, menang semua
Mesir 1 menang, 3 seri — spesialis laga alot

Dan inilah potret 90 menit itu dalam satu gambar:

Statistik Argentina vs Mesir

Perbandingan statistik utama. Panjang bar menunjukkan porsi tiap tim.

Coba lihat baris demi barisnya. Ini bukan pertandingan yang imbang:

  • Tembakan 19 vs 5. Hampir empat kali lipat.
  • xG 2,63 vs 0,76. Buat yang belum familiar, expected goals mengukur “nilai” seluruh peluang sebuah tim. Peluang-peluang Argentina malam itu setara 2-3 gol, dan mereka benar-benar mencetak 3. Nah yang menarik: peluang Mesir cuma senilai 0,76 gol, tapi mereka bisa mencetak 2. Dari kacamata xG, tim yang panen melebihi “jatahnya” malam itu justru Mesir.
  • Penguasaan bola 57% vs 34%, umpan sukses 558 vs 316, threat 75 vs 25.

Satu detail lagi yang jarang dibahas: keempat gol plus satu gol lainnya di laga ini, semuanya dari permainan terbuka. Tidak ada satu pun gol dari titik putih — karena satu-satunya penalti di laga ini, ya itu tadi gagal dieksekusi Messi.

Ronde 2: Jejak Sang Pengadil di Angka

Sekarang bagian yang ditunggu-tunggu. Klaim netizen sejatinya bukan soal jumlah tembakan, melainkan soal keputusan wasit. Maka kita panggil statistik yang relevan: pelanggaran, kartu, dan penalti.

Pelanggaran dan kartu kuning

Jumlah pelanggaran dan kartu kuning kedua tim.

Lengkapnya begini:

Statistik Argentina Mesir
Pelanggaran dilakukan 13 11
Kartu kuning 0 4
Kartu merah 0 0
Penalti diperoleh 1 0

Dua fakta yang bisa kita dapatkan:

  1. Jumlah pelanggaran kedua tim berimbang: 13 berbanding 11, bahkan Argentina yang lebih banyak melanggar. Tapi distribusi kartunya timpang: Mesir mengoleksi 4 kartu kuning, Argentina bersih tanpa kartu.
  2. Argentina memperoleh satu hadiah penalti (di data FIFA tercatat Penalties = 1 — eksekusi ulangan dihitung sebagai satu kejadian penalti). Dua kali percobaan Messi, dua-duanya gagal. Artinya: keputusan penalti itu, seberapa pun ramainya diperdebatkan, tidak menyumbang satu gol pun ke papan skor.

Simpan dua fakta itu dulu. Sekarang kita pindah dari lapangan ke linimasa.


Ronde 3: Membedah 200 Posts Instagram

Dari 200 posts ber-_hashtag_ #ArgentinavsMesir yang saya tarik via socialx.id/studio, saya jalankan tiga analisis: sentiment analysis, wordcloud, dan text network analysis.

Satu hal yang perlu saya tekankan, analisa-analisa ini hanya berdasarkan hashtag tersebut. Saya sangat yakin lebih banyak netizen yang berkomentar dan melakukan analisa di sosial medanya. Tapi sayangnya saya tidak bisa (baca: mau) untuk mengambil keseluruhan data tersebut.

Jadi ini bisa dikatakan sebagai analisa terbatas yang bisa jadi ada biasnya.

Sentimen: Tiga Kubu di Satu Hashtag

Sentimen 200 post Instagram

Hasil analisis sentimen 200 post #ArgentinavsMesir.

Sentimen Jumlah Persentase
Positif 83 42%
Negatif 67 34%
Netral 50 25%

Menarik ya. Kalau kamu hanya membaca timeline yang riuh, kesannya seluruh dunia sedang marah. Datanya bilang lain: post bernada positif justru kelompok terbesar (42%), disusul negatif (34%). Percakapannya terbelah, tidak ada satu nada yang mendominasi mutlak. Sepertiga yang bernada negatif itu nyata dan besar — tapi dia bukan mayoritas.

Wordcloud: Satu Laga, Dua Cerita

Wordcloud 200 post Instagram

Wordcloud dari 200 post #ArgentinavsMesir.

Singkirkan dulu kata-kata generik (mesir, argentina, piala, dunia, messi). Sisanya membentuk dua cerita yang berjalan paralel:

  1. Cerita drama di lapangan: tertinggal, comeback, membalikkan, dramatis, kemenangan, gol. Persis alur laganya — Argentina sempat tertinggal sebelum membalikkan keadaan.
  2. Cerita di meja wasit: wasit, penalti, var, dianulir, keputusan, pelanggaran, kontroversi, sampai nama sang pengadil: Letexier. Kata dianulir muncul menonjol — konsisten dengan ramainya pembahasan gol Mesir yang dibatalkan lewat VAR.

Dua ronde penalti Messi yang gagal itu juga meninggalkan jejak di sini: kata penalti termasuk yang paling besar di luar nama kedua tim.

Text Network: Memetakan Kubu-Kubu Percakapan

Wordcloud hanya bilang kata apa yang sering muncul. Pertanyaan yang lebih menarik: kata-kata itu bergerombol jadi topik apa? Untuk itu saya buat text network analysis-nya:

Text network analysis

Network kata dari 200 post. Satu warna = satu *cluster* topik.

Algoritma menemukan empat clusters percakapan:

Cluster Kata kunci Topik
Merah dunia, piala, mesir, argentina, laga Obrolan umum soal laga
Kuning wasit, penalti, var, dianulir, keputusan, letexier Kepemimpinan wasit
Hijau kemenangan, gol, comeback, dramatis, albiceleste Kemenangan Argentina
Biru messi, perempat, final, skor, menit Messi dan laga berikutnya

Ini bagian favorit saya. Perhatikan posisi cluster kuning (wasit) dan hijau (kemenangan): keduanya berada di sisi network yang berjauhan, dengan sedikit sekali garis yang menghubungkan langsung. Artinya? Dua topik ini dibicarakan oleh gerombolan akun yang berbeda. Yang sedang membedah keputusan Letexier hampir tidak menyinggung indahnya comeback; yang sedang merayakan gol nyaris tidak mampir ke urusan VAR. Satu pertandingan, dua realita, masing-masing dengan penontonnya sendiri.

Dua detail lain yang terbaca dari network:

  • Di cluster kuning, ikut nimbrung nama-nama pemain Mesir: Mostafa, Hassan. Percakapan soal wasit lekat dengan insiden yang melibatkan pemain Mesir.
  • Cluster biru menunjukkan sebagian netizen sudah move on: mereka sibuk menghitung peluang Messi di perempat final. Hehe.

Epilog

Apakah semua ini berarti wasitnya adil? Atau sebaliknya? Seperti janji saya di awal: itu bukan wilayah tulisan ini. Angka-angkanya sudah saya hidangkan apa adanya, silakan kamu timbang sendiri. Lagipula post instagram yang saya ambil hanyalah sebagian kecil dari banyaknya komen netizen.

Sampai jumpa di tulisan berikutnya!